
|
Home
|
Profile
|
Pemesanan
|
E-Mail
|
BENAR... SEKARANG ANDA SEDANG MENUJU "JALAN TOL" UNTUK MENDAPATKAN UANG DENGAN MEMBUKA "TABIR RAHASIA" CAR-AUDIO DALAM TEMPO SINGKAT ... "6 Jam" saja
Rekan Bisnis yang Terhormat...
Selamat Datang... kalau Judul diatas terasa Bombastis akan saya buktikan bahwa segala yang ditulis "Benar Adanya" dan dapat dipertanggung-jawabkan. Mudah-mudahan ini bisa menjadi jawaban dari ratusan E-Mail dari web-sites lama http://alat-sd.tripod.com/ yang pada intinya ingin tahu lebih banyak apa & bagaimana kinerja dari Alat Ukur untuk Speaker yang saya buat untuk Anak Bangsa.
Salam Hangat,
Ir. Oktavianus Baginda HS. / 0816 1693281

Siapa saja pasti sedikit banyak pernah mengenal Audio Mobil: baik secara sekilas (on/off saja), penikmat (bisa mengatur fungsi), pemasang (installer) dan memang ada segelintir orang yang mendalaminya secara khusus sehingga mereka mampu untuk membuat Tata Suara Audio di mobil lebih baik dari orang lain. Memang banyak diantaranya yang Otodidak tetapi mohon dicatat bahwa Hanya Segelintir Orang yang mempelajari Ilmu Audio sekaligus menggunakan Alat "Ukur Speaker".
Nah... pertanyaan anda pasti: Mengapa Speaker Harus Diukur ? Supaya lebih mudah mari kita membagi kategori Speaker menjadi 3 bagian Utama : Sub-Woofer, Mid-range & Tweeter............Ok
Sub-Woofer:
Umpamakan anda punya sebuah Sub-Woofer Bekas dari gudang.... Speaker ini tidak digunakan sebab menurut Installatur Audio "X" suaranya jelek (bukan Jebol yah) - itu sebabnya anda ganti dengan yang baru. Sekarang kita coba ukur dan misalkan hasilnya seperti dibawah ini:

Dari grafik diatas, kita dapat berkesimpulan bahwa speaker ini tidak jebol dan respon suara-nya cukup stabil, artinya speaker ini masih ada pada range rata-rata. Jika grafik responnya "ajrut-ajrutan" bisa dikatakan bahwa si Speaker tidak bagus suaranya, lebih baik pensiunkan. Jadi menurut anda: Apakah Logis Jika "Sang Installatur" Mampu Menentukan Baik & Buruk Sebuah Speaker Dari Suaranya "Tok"? Kalau jawabannya "IYA".... bisalah dia kita juluki "Mbah DUKUN AUDIO". Kalau jawabannya "TIDAK"... pasti ada kemungkinan lain dibaliknya... seperti Melariskan Dagangan-nya..ha..ha..ha.
Lanjut.... Setelah anda berhasil menemukan semua T/S Parameter untuk mengisi Driver Editor, maka secara otomatis kita memasuki bagian yang paling menentukan yaitu Mendesign Box yg Benar & Tepat Guna. Artinya sesuai fungsi, adalah tugas anda untuk bisa membuat Design Boks Yang disesuaikan dengan Kebutuhan/Keinginan si Pemilik Mobil (Bukan versi Si Installatur). Kalau dia ingin Sub ini bersuara Dalam/Rendah, coba buat rancangan kearah Sound Quality (SQ). Tapi kalau dia ingin suaranya Keras, buat rancangan kearah Sound Pressure Level (SPL). Begitu juga kalau si empunya mau yang nanggung, padukan diantara SPL dengan SQ... mari kita lihat gambarnya.

Dari Gambar diatas ada 2 versi Design (ada puluhan macam design jika anda mau mencobanya nanti) yang bisa dijadikan acuan untuk membuat Box yang sesuai. Dari data T/S Parameter maka Komputer secara otomatis akan me-Rekomendasi: Box Ported/Vented. Untuk SQ Design (grafik kuning) dibutuhkan Volume 34,7 liter untuk mencapai nada rendah (-3 dB) di 48 Hz dengan Diameter Pipa 4" (bisa diubah 3", 2,5" dsb) & Panjang 22,62 cm. Begitu juga dengan SPL Design (grafik hijau), box-nya memerlukan Volume 14,3 liter, bertambah keras 4dB (setara penambahan power 135 watt murni), dengan Diameter Pipa 4" & panjang 18,88 cm. Puas.... jangan dulu, untuk sub yang ini dapat juga kita design dengan type Box Band-Pass yang merupakan suatu cikal bakal design dari Speaker Sub BOSE yang terkenal itu (kalau belum tahu, coba kunjungi Home Audio dan dengarkan bunyinya) yang Hanya Mungkin di-Rancang lewat CAD (Computer Aided Design). Hal ini saya ajarkan pada "Training 6 Jam" nanti.
Mari kita simpulkan Sub Bekas diatas: Woofer ini masih layak kita pakai dengan mengacu pada Volume Box yang sudah anda design. Kalau ingin bereksperimen, buat beberapa design kemudian dengar hasilnya. Macam jenis suara akan dapat anda hasilkan dan tahu rumus grafiknya sehingga Apapun Merk-nya, Tahanan-nya, Diameter-nya semua Sub Woofer dapat "DIUKUR" dan dibuatkan Design yang terbaik. Logika yang bisa anda pertahankan untuk membuat Sub Woofer tersebut tidak bisa digunakan adalah "FAKTA". Misalnya: Fakta kalau Volumenya terlalu Besar, Fakta kalau Grafiknya Tidak Beraturan, Fakta kalau Pipa Tala-nya terlalu Panjang dan sebagainya. Tunjukkan Hal ini kepada Konsumen, tidak ada hal yang perlu disembunyikan dan anda akan dinilai "Profesional".
Bagaimana...? Lumayan menarik-kah? Mari kita pindah ke Mid Range & Tweeter.
Mid Range & Tweeter:
Hampir sama dengan Sub Woofer, terlebih dahulu kita swap Grafik Respon dari Mid Range & Tweeter.

Dari Hasilnya terlihat bahwa anda harus membuat Jembatan Penghubung (Cross-Over) antara mid range & tweeter dengan menentukan Titik Aman Pemotongan di 1000 Hz (ketetapan kenapa 1000 Hz akan diajarkan pada "training 6 Jam") dimana pada posisi tersebut keduanya mempunyai nilai tahanan yang berbeda dengan Nilai tahanan Standart Pabrikan. Kemudian anda akan dibawa ke pemahaman dari program Cross-Over Pasif Design hanya dengan memasukkan nilai diatas dan biarkan komputer memprosesnya sehingga....SIM....SALABIM,....ABRA-KADABRA......... keluarlah skema Pasif X-Over beserta Nilai dari Kapasitor & Inductor yang diperlukan. Sampai disini anda sudah selesai..? Oh... belum dong, kalau belum mengetahui cara Membuat Inductor sendiri. Kenapa hanya Inductor..? Karena untuk Kapasitor bisa anda beli ke Toko Komponen Elektronik sebab ada nilai-nya merupakan Standarisasi dari Pabrikan Dunia. Inductor juga bisa pesan/beli disana.....tapi buat apa beli/pesan ke orang kalau bisa bikin sendiri serta sangat murah biayanya. Coba lihat hasil gambar berikut:

Bagaimana? Sudah terserap semua informasi diatas..... Apakah ada yang kurang? Itu Pasti, ini masih sebagian dari materi "Training 6 jam", ibaratkan saja ini sebagai Preview untuk anda yang masih HAUS akan informasi, sebab kondisinya masih di kulit, belum Inti...karena masih ada "Kunci Emas" yang membuat anda merasa Lebih Percaya Diri dibandingkan sebelum mengenal Saya & Alat Ukur SPEAKER DETEKTOR ini. Tidak perduli Back-Ground anda apa, asal punya Minat di Car Audio, Naluri Bisnis, Semangat ber-Kreativitas, Pengetahuan Komputer.....dengan Alat SD + Training dari saya... anda punya kesempatan lebih besar dibandingkan pesaing disekitar toko/tempat anda. Apa sebabnya saya begitu yakin dengan kata Training dalam 6 jam (Gone in 6 hours). Temukan jawabannya di Profile tentang diri saya.
Berapa & Apa saja yang harus anda sediakan?
Untuk Harga Alat Speaker Detector (Hardware), Software, Training Rp.2.500.000,- (Juga tersedia Program Pelatihan Khusus untuk mereka yang AWAM & akan membuka Toko Audio) Garansi Alat Speaker Detector : 1 tahun diluar "Komputer ERROR" (Untuk Kasus ini dikenakan biaya Instal & Kalibrasi ulang Rp.200.000,- + ongkos Kirim CPU.... ini kerja 2 hari, makanya saya gak mau CPU anda utak-atik).
Note: Setelah setahun ini saya Observasi, Kejadian Error ini lebih banyak disebabkan karena Virus Internet, Bentrokan Software CD/VCD/DVD, Program illegal operation. Jika hal ini dihindari, Alat SD tidak memerlukan Kalibrasi Ulang selamanya. Saya sendiri sampai saat ini dalam bekerja masih memisahkan menjadi 3 buah CPU: Untuk Webmaster Internet, Untuk menguji Software-Software Baru dan Untuk Alat Ukur Speaker Detektor yang Sudah 15 bulan ini saya tidak pernah Kalibrasi Ulang, untuk para pemakai malahan ada yang sampai saat ini tidak mengalami keluhan.
Yang perlu anda sediakan adalah satu unit Komputer (minimum) Pentium III / 500 beserta Sound Card yang mumpuni (kalau CPU ingin saya yang menyediakan, silakan hub saya).
Mahal...? Relatif dalam cara Pandang. Sebagai Perbandingan anda cari dan temukan berapa harga satu software untuk Wartel, Toko, Bengkel, Mini Market, Warnet dll. Berkisar Rp.700.000 s/d 1.500.000,-. Berapa yang harus anda investasikan untuk itu? Mungkin wartel paling murah sekitar Rp.6 jutaan diluar tempat. Apalagi untuk Warnet & Mini Market, pasti bisa mencapai puluhan juta. Sekarang kita coba rancang target: Berapa lama "Investasi/Modal anda Kembali?".....Apakah 1 tahun/3 tahun/5tahun? Garis Bawahi bahwa Untuk bisnis ini, siapapun dalam hitungan hari bisa menyaingi bisnis anda, mengapa? Karena selain Faktor Modal juga karena tidak adanya Peranan dari "Skill" anda.
Ok.... mari hitung bersama: Investasi minimum anda sekitar Rp. 4.000.000,- (Alat SD, Training & Komputer 2nd). Tanpa harus sewa tempat, anda bisa memulai bisnis ini dari Garasi. Carilah pelanggan sekitar rumah atau saudara yang mau Audionya untuk diperiksa. Gunakan ini sebagai Praktek yang Dibayar. Ingatlah bahwa Car Audio itu Pondasi anda, tidak ada larangan untuk memasuki Home Audio (Misalkan membuat rancangan Speaker Aktif yang sederhana, atau Sub Woofer untuk menambah keindahan suara audio rumah tetangga anda). Kembali ke Car-Audio: bahwa Untuk "ONGKOS JASA" pada instalasi & koreksi minimum tarifnya Rp.200.000,-. Untuk membuat Box Sub Woofer minimum Rp.250.000, untuk X-Over Pasif minimum Rp.300.000,- Akhirnya anda mungkin hanya butuh beberapa minggu untuk kembalikan Uang/Investasi anda . Jika sudah mahir, gunakan Ilmu ini untuk bekerja sama dengan Rumah Audio kota anda. Tawarkan keahlian dan hasil karya kepada Pemilik Toko (Note: 95% para Pemilik Toko Audio tidak memiliki ilmu Komputer, tetapi mereka punya "Modal"). Kalau sudah lebih meningkat percaya diri Anda, carilah Investor yang berniat mengimpor Produk Speaker yang anda Rekomendasi, untuk membangun kerja-sama dibidang Pemasaran Speaker Bagus ke seluruh Indonesia (Bukan hal yang Mustahil jika akhirnya saya juga Ikut Memakai & Memasarkan Speaker anda).
Hal yang Bertolak-Belakang akan anda dapat dari Sekolah/Kursus Audio. Di sana anda akan dicekoki ilmu dasar Audio dengan hitungan Matematika & Fisika yang rumit, Teori & Pembahasan yang bertele-tele yang membuat waktu belajar jadi panjang (antara 16 s/d 30 hari). Belum lagi pameran Alat Ukur canggih yang membuat terkesima karena dibuat ruwet dan susah dimengerti sehingga sampai Botak & Ubanan anda tidak akan sanggup untuk memBeli & Memfungsikannya. Maka jadilah si guru tersebut "Manusia 1/2 Dewa", sehingga apa yang dia katakan harus menjadi "Dokrin" yang tak boleh dibantah. Parahnya lagi, ada kepentingan khusus hal ini dibuat supaya Merk yang dipegang Sang Dewa adalah Merk Terbaik di Jagad Audio, maka setiap Lulusan diharuskan untuk membawa serta Perangkat Merk tersebut, kalo tidak.... si Pembunuh Bayaran tidak akan mau datang untuk men-Tune Up hasil karya anda agar menang di Kontes Audio. Catatan: kalau tidak ada aral melintang, tahun depan akan saya rakit alat yang dipakai-nya lengkap dengan Pengajaran.
Jelas bahwa Alat yang saya Gunakan 100% sama dengan yang anda Gunakan. Yang membedakan kita adalah Kreativitas berkarya nyata. Kalau nanti hasil karya anda lebih baik dari saya, ini berarti anda lebih banyak ber-Kreasi, tidak ada yang harus kecewa, sebab dunia Audio adalah "Seni" yang Tanpa Aturan Dasar, Tanpa Senioritas &Tanpa Batasan. Yang PALING UTAMA & TERUTAMA adalah Anda Punya ALAT SENDIRI & Terlepas Dari KETERGANTUNGAN atau BAYANG-BAYANG Orang Lain Meskipun Sang Guru yang MENGAJARI Anda MASUK DUNIA AUDIO termasuk juga SAYA: Ir. Ginda.
Sekarang kita bahas Alat SD vs Alat Sejenis
Ada beberapa Alat Ukur Speaker yang sering dipergunakan Audiomania. Dan semua barang tersebut harus diimport sendiri. Untuk itu hanya 2 jenis yang akan saya jadikan gambaran pembanding. Pertama adalah Woofer Tester, sebuah alat tester Speaker dari USA yang pernah saya gunakan. Sistim kerjanya sama dengan Alat SD cuma kalau WT karena program dijalankan dengan DOS, maka dalam membaca sample size sebanyak 20 x per titik (analog), sedangkan alat SD 32.768 x per titik, bisa dibandingkan ketepatan akurasi hasil Pembacaan. Kemudian WT harus digunakan dalam ruang tertutup untuk menghindari distorsi suara asing ( seperti Bajaj, Klakson/suara Motor melintas), untuk Alat SD tidak perlu. Untuk harga WT sekitar Rp.5 juta, tetapi selain harus belajar sendiri, sekarang alat The Woofer Tester sudah "Tidak Diproduksi Lagi".

Kedua.. yang paling mirip sekali adalah LMS, di Indonesia alat ini sangat populer apalagi dengan seringnya digunakan untuk mengupas mengenai Grafik Respon speaker, sehingga menjadi acuan saya untuk mencari Alat Ukur yang setaraf dengan LMS ini. Mengenai akurasi antara LMS dan Alat SD, seorang rekan salah seorang Jawara Audio di Pasar Mobil Kemayoran sudah membuktikan bahwa keduanya mempunyai akurasi yang sama meskipun harganya jauh berbeda. Hal ini yang membuat-nya untuk tidak jadi membeli LMS seharga Rp.14 juta-an (Mr.Hendro from GAE, "So Many Thank's to U"). Satu masalah besar yang menjadi masukan dari seseorang yang mengalami kerusakan pada LMS-nya adalah harga yang harus dia bayar untuk mereparasi program yaitu sekitar Rp.5 juta dan itupun harus di kirim ke Luar Negeri. REPOT Kan..
Jadi, Apakah Anda tertarik untuk melihat Peluang Baru di Bisnis Car Audio? Yaitu Punya Alat Ukur sendiri & bekal Ilmu Audio untuk merancang bermacam-macam Design Box, X-Over Pasif, Menggulung Induktor sendiri, pemahaman tentang Rahasia Kunci Emas di bidang Setting Tata Suara Audio dari Segala Jenis & Merk Speaker. Semuanya ini seperti membalik telapak tangan, artinya dalam waktu singkat yaitu 6 jam anda dibuka wawasannya dari seorang "Awam menjadi Paham" tentang audio. Kalau anda pernah menonton sebuah acara Reality Show TV "Bedah Rumah", maka ada kenyataan bahwa merombak suatu bangunan memang bisa dilaksanakan dalam tempo singkat jika kita mempunyai: Pemimpin Yang ber-"Skill Tinggi", Planning & Koordinasi yang jelas, Pekerja yang Terlatih, Alat yang Lengkap dan Tersedianya Bahan yang diperlukan. Kalau dulu hal ini mustahil dilakukan, sekarang merombak bagunan itu mampu dilaksanakan cuma dalam tempo 12 jam saja. Kembali ke masalah Audio: sejalan dengan waktu & kemampuan nantinya ada 2 istilah yang pas untuk anda, yaitu: Dokter Audio atau Arsitek Audio. Sebagai Dokter anda dituntut untuk mampu mendiagnosa apa yang menyebabkan "Penyakit" di Sistem Audio pasien anda. Gunakan Keahlian & Alat Ukur untuk mendapatkan Diagnosa yang Benar berdasarkan Fakta, lalu berikan Resep yang manjur untuk Mengobatinya. Sebagai Arsitek, anda dituntut untuk mampu merancang dengan Benar "Skema Instalasi" Sistem Audio Klien anda dengan menggunakan Kemampuan & Alat Ukur, lalu berikan Skema tersebut kepada Mandor (montir) untuk melaksanakannya dibawah pengawasan anda. Dijamin si montir itu pun akan tunduk dengan apa yang anda mau, bukan semaunya dia (Kasus punya montir "Yang Sok Tahu" ini pernah terjadi kepada diri saya ketika masih "awam" dan baru membuka toko Audio). Anda tidak perlu takut karena tidak punya "Sertifikat" yang bisa dibingkai, karena prinsip kita adalah Pengakuan Konsumen jauh lebih berharga dari selembar Kertas pajangan.